Open Education MOOC APTIKOM sebagai Salah Satu Wujud Nyata Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Tribun Jogja, 12 Oktober 2020

Merdeka belajar dan kampus merdeka sudah mulai tidak asing di telinga kita. Kebijakan Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah diluncurkan pada awal tahun 2020 dan sudah sangat gencar di sosialisasikan. Kebijakan merdeka belajar dituangkan dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Salah satu pointnya adalah pemberian hak mahasiswa untuk belajar di luar kampusnya selama maksimal 2 semester atau 40 SKS. Kegiatan diluar kampus yang dimaksud terdiri dari beberapa pilihan salah satunya adalah dengan mengambil pembelajaran dari perguruan tinggi lain atau dari konsorsium.

Pembelajaran di perguruan tinggi lain, dapat diwadahi dalam kegiatan pertukaran mahasiswa. Pemerintah saat ini meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI). Program ini dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk berbagi matakuliahnya yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi peserta, dan memberikan kesempatan mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan yang dishare oleh perguruan tinggi mitra program tersebut. Nilai yang diperoleh dari perguruan tinggi mitra akan diakui sebagai penyelesaian mata kuliah yang relevan di program studinya.

Program ini tentu sangat membantu perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu dari dosen unggulan dari perguruan tinggi lain yang diidam-idamkan dan tentu saja memiliki kompetensi yang unggul di bidangnya. Hal ini akan memperkuat karakter dan wawasan mahasiswa pada bidang yang digeluti.

Perguruan tinggi mitra tentu saja harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang berkualitas dengan menonjolkan matakuliah unggulan dari perguruan tingginya. Hal ini yang membuat tidak semua perguruan tinggi dapat mengikuti program ini, selain batasan anggaran yang ada di pemerintah.

Selain program pemerintah tersebut, Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) menginisiasi pembuatan MOOC APTIKOM untuk membantu perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pelaksanaan pembelajaran di luar kampus. MOOC ini dapat diakses di mooc.aptikom.or.id. Ada 4 skema yang ditawarkan yaitu Open Courseware, Open Content, Open Education dan Certified Open Courseware.

Open courseware dan open content merupakan platform sedekah materi dari mereka yang memiliki kemampuan unggul pada materi tertentu untuk bisa dibagi kepada dosen ataupun mahasiswa. Perbedaan open courseware dan open content adalah pada isi materinya. Materi yang terkait materi perkuliahan dimasukkan dalam kategori open courseware, sedangkan materi lain diluar materi kuliah akan masuk open content. Bagi kontributor, platform ini dapat menjadi ajang untuk memberikan sumbangsihnya kepada negeri ini selain juga menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dari dosen atau perguruan tingginya. Materi yang dapat diakses GRATIS oleh siapa saja ini, akan menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas dari perguruan tinggi sehingga secara tidak langsung bisa juga menjadi alat marketing bagi perguruan tinggi. Pada kategori open courseware ataupun open content tidak ada ikatan antara pemateri dengan peserta. APTIKOM juga tidak menyiapkan evaluasi ataupun sertifikat dan nilai.

Open Education merupakan platform yang sedikit berbeda. Layanan ini berisi materi pembelajaran bidang informatika dan komputer secara lengkap. Materi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif pemenuhan hak belajar mahasiswa di luar kampus sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020. Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terdiri dari 16 sesi, termasuk UTS dan UAS. Pembelajaran disiapkan dan disampaikan oleh pemateri yang mumpuni pada bidangnya dengan didampingi tim RPS dan dosen pendamping dari perguruan tinggi asal. Pembelajaran memadukan pendekatan syncronous dan asyncronous. Pembelajaran juga dikawal dan dievaluasi oleh komisi penjaminan mutu.

Peserta pembelajaran pada open education adalah mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan APTIKOM ataupun dari masyarakat umum yang ingin belajar bidang informatika. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, peserta akan mendapatkan sertifikat yang didalamnya ada nilai dan deskripsi capaian pembelajaran materi tersebut. Bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan APTIKOM, sertifikat ini dapat digunakan mahasiswa sebagai pemenuhan sebagian mata kuliah di perguruan tingginya.

Sementara itu Certified Open Courseware merupakan layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan peta kompetensi. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi. Uji kompetensi akan dilakukan oleh LSP Informatika ataupun lembaga sertifikasi yang lain. Sertifikat kompetensi dapat digunakan sebagai salah satu bahan bukti surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) yang juga wajib diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa sebagaimana diatur dalam Permenristekdikti No 59 Tahun 2018.

Hari ini, Senin 12 Oktober 2020, APTIKOM akan meluncurkan layanan Open Education. Peluncuran akan dilakukan oleh Prof. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Direktur Jendral Pendidkan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia. Dalam kegiatan peluncuran juga akan disampaikan sambutan oleh Ketua Umum APTIKOM (Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D) dan paparan oleh Pembina APTIKOM (Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA). Kegiatan peluncuran , dapat disaksikan secara live di youtube dengan link http://bit.ly/MOOCAPTIKOM pada Jam 09.00 -11.00 WIB.

Semoga MOOC APTIKOM menjadi salah satu wujud nyata sumbangsih APTIKOM dan para kontributor untuk ikut memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Layanan ini juga diharapkan memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.

Author: Kusrini

I am Kusrini, an associate professor from Universitas AMIKOM Yogyakarta Indonesia. I finished my doctoral program from Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia in 2010. I am interested in exploring many things about machine learning and another artificial intelligence field. I also love doing research on decision support systems and databases. I am a member of the IEEE and IEEE Systems, Man, and Cybernetics Society. This moment I also as Director of The Graduate Program in Universitas AMIKOM Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *