Sinergi Tridharma Perguruan Tinggi

Tribun Jogja, 7 Juni 2021

Tugas utama seorang dosen di perguruan tinggi adalah melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Dharma yang dimaksud adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk dapat memenuhi syarat pendidikan minimal sesuai dengan jenjang pengajarannya. Untuk mengajar mahasiswa Diploma dan S1, seorang dosen harus menyelesaikan jenjang studi S2. Untuk mengajar mahasiswa di jenjang S2 dan S3 seorang dosen harus menyelesaikan studi lanjut jenjang S3. Selain itu seorang dosen juga dapat mengikuti pendidikan tak bergelar melalui pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang peningkatan kompetensinya sesuai dengan bidang yang diajarkan.

Bukan hal yang perlu dipertanyakan jika seorang dosen diberi tugas mengajar mahasiswa. Kegiatan itu merupakan tugas utama dari seorang dosen. Mengantarkan mahasiswa untuk dapat memenuhi capaian pembelajaran sebagaimana yang sudah ditentukan program studi ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Dosen dituntut tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga harus dapat menuntun mahasiswa untuk memiliki pengalaman nyata dalam menerapkan teori-teori yang ada dalam memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Dosen tidak bisa hanya mengandalkan apa yang tertulis di buku-buku tetapi juga perlu mendapatkan berbagai pendalaman dan perluasan pengetahuan dari kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dalam pengukuran kinerja seorang dosen, tidak hanya didasarkan dari jam mengajarnya malainkan juga dari luaran penelitian yang dilakukan. Ketika seorang dosen melakukan penelitian, dosen tersebut mengeksplorasi berbagai pengetahuan baru terkait bidang yang ditekuni. Dalam proses eksplorasi tersebut tentu saja banyak hal yang harus dipelajari, banyak data yang dikumpulkan, banyak percobaan yang harus dilakukan dan banyak analisis yang harus dihasilkan. Dengan kegiatan tersebut secara otomatis akan membuat dosen tersebut memiliki banyak pengalaman yang dapat diceritakan kepada mahasiswa. Proses transfer pengetahuan pun menjadi lebih berbobot. Dalam memberikan komentar di setiap diskusi di kelas dosen dapat memberikan arahan yang sesuai dengan berbagai pengalaman yang dimiliki tersebut.

Bagaimana dengan pengabdian masyarakat? Apa yang dilakukan oleh dosen dan apa dampaknya bagi proses pengajarannya? Dalam kegiatan pengabdian masyarakat seorang dosen akan terlibat dalam pemecahan masalah nyata di masyarakat. Masalah ini bisa berasal dari UMKM, perusahaan besar ataupun dari instansi pemerintah. Dalam menyelesaikan satu permasalahan sering diperlukan sinergi dari berbagai bidang. Dengan interaksi seorang dosen dengan masyarakat dan dosen lain yang berbeda bidang akan memperkaya pengetahuan dosen tersebut dalam menerapkan berbagai teori di lapangan. Masalah yang dihadapi bisa masalah kecil yang langsung bisa diselesaikan dengan pengetahuan yang dimiliki saat ini, tetapi tidak jarang dosen tersebut harus melakukan penelitian untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Dengan pengabdian masyarakat ini dosen dapat memperoleh ide melakukan berbagai penelitian. Selain untuk penelitian, berbagai permasalahan tersebut dapat juga dijadikan kasus untuk diselesaikan di kelas.

Seperti saat ini yang saya lakukan. Saya melakukan penelitian terkait dengan computer vision, yaitu bagaimana melakukan analisis gambar dan video untuk berbagai kasus diantaranya adalah untuk klasifikasi hama pada tanaman mangga, klasifikasi video porno, identifikasi pelanggaran protocol kesehatan para era new normal selama dan pasca pandemi covid 19. Penelitian tersebut memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait proses kerja salah satu bidang kecerdasan buatan ini.

Pemahaman dan penguasaan dalam computer vision memberikan kesempatan saya terlibat dalam penyelesaian masalah Intelligent Transportation System (ITS). Saat ini saya terlibat dalam penyusunan blue print implementasi ITS di Propinsi DKI dan Propinsi DIY. Dalam pelaksanan kegiatan tersebut saya bertemu dengan berbagai orang hebat di bidang transportasi dan informatika diantanya adalah vice president ITS Indonesia. Berbagai ilmu baru dapat saya peroleh dari sharing dengan para pakar baik dari akademisi maupun dari industri.

Hasil belanja pengetahuan ini kemudian saya bagikan kepada mahasiswa S2 Teknik Informatika yang saya ampu di matakuliah Decision Support System. Setelah mereka menguasai seluruh materi dasar, para mahasiswa ini dibuat berkelompok untuk menyelesaikan masalah yang saya ambil dari masalah sedang saya selesaikan bersama dengan tim. Alhasil mahasiswa mendapatkan kasus nyata. Mereka bisa mendapatkan data terkait. Mereka diberi kesempatan mengeluarkan kreativitas mereka dalam mencari solusi dengan melihat dari potensi solusi yang ada pada berbagai publikasi ilmiah terkini.

Hari Sabtu lalu, saya mendengarkan ide kreatif para mahasiswa dari salah satu kelas yang saya ampu. Ternyata para mahasiswa ini dapat menangkap dengan baik situasi yang ada. Mereka dapat mencari paper-paper terkait dan mengusulkan berbagai solusi yang cukup menarik. Mungkin ada beberapa hal yang kurang pas, namun dengan adanya sesi presentasi dan diskusi, saya berkesempatan memberikan masukan-masukan untuk penyempurnaan ide dan rencana implementasinya.

Saat ini mahasiswa berada pada minggu ke 9 dari 14 minggu kegiatan perkuliahan. Semua materi dasar telah terselesaikan dalam 7 minggu pertama. Minggu 10 sampai dengan 13, akan dilanjutkan dengan langkah nyata untuk mewujudkan ide-ide mahasiswa dengan memanfaatkan materi yang telah mereka kuasai dikombinasikan dengan berbagai metode baru yang mereka peroleh dari referensi publikasi terkini. Selangkah demi selangkah penyelesaian masalah akan dilakukan, hingga akhirnya mahasiswa dapat melakukan pengujian terhadap karya yang mereka hasilkan. Pada minggu ke 14 yang merupakan minggu terakhir perkuliahan, mahasiswa akan dibimbing bagaimana merangkai setiap langkah yang telah dilakukan menjadi sebuah publikasi ilmiah yang layak untuk diterbitkan. Dari kegiatan-kegiatan yang saya sampaikan diatas, tampak jelas bagaimana keterkaitan antar dharma dalam tri dharma perguruan tinggi. Semua saling melengkapi dalam rangka mengantarkan mahasiswa melampaui capaian pemebelajaran yang ditetapkan, memberikan sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan tentu saja memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Author: Kusrini

I am Kusrini, a professor from Universitas AMIKOM Yogyakarta Indonesia. I finished my doctoral program from Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia in 2010. I am interested in exploring many things about machine learning and another artificial intelligence field. I also love doing research on decision support systems and databases. I am a member of the IEEE and IEEE Systems, Man, and Cybernetics Society. This moment I also as Director of The Graduate Program in Universitas AMIKOM Yogyakarta