Memanfaatkan Kamera untuk Menghitung Kendaraan

Tribun Jogja, 30 Agustus 2021

Harus bepergian ke suatu tempat? Belum tau jalan menuju kesana? Atau ingin tau bagaimana cara paling cepat dan nyaman sampai dengan tujuan tersebut. Jika ini terjadi beberapa tahun lalu, bisa jadi ini menjadi masalah. Kita harus bertanya kepada orang yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya, atau harus membuka peta untuk melihat jalan-jalan yang menghubungkan posisi kita dengan titik yang akan kita tuju. Tapi tetap saja kita tidak bisa mengetahui situasi jalan yang akan kita lalui saat ini kecuali ada berita yang sedang mengulas jalan tersebut. Biasanya menjelang dan sesudah hari raya, beberapa stasiun televisi secara aktif melaporkan situasi jalan saat itu, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang-orang yang akan melintas. Apakah tetap melewati jalan itu ataukah mencari jalan alternatif.

Saat ini untuk memilih jalan yang harus dilalui bukan menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Banyak aplikasi yang sudah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat bahkan gratis pemakaiannya. Aplikasi yang sangat terkenal diantaranya adalah waze dan google maps. Menggunakan aplikasi tersebut, kita akan diinformasikan alternatif jalan mana saja yang bisa kita lalui untuk mencapai tujuan kita dan juga mengetahui perkiraan kondisi jalan apakah sedang macet atau tidak serta perkiraan waktu sampai jika kita memilih jalur tertentu.

Meskipun kita sudah memiliki aplikasi ini, kalau semua alternatif jalan yang akan kita lalui dalam kondisi macet, tidak ada yang bisa kita lakukan. Bisa jadi acara kita menjadi gagal, karena kita tidak bisa mencapai tujuan kita tepat waktu. Bisa jadi barang yang akan kita kirimkan ke suatu tempat menjadi rusak karena terlambat dalam proses pengirimannya. Di kota-kota yang lalu lintasnya padat, sebagian besar penduduknya akan menghabiskan waktunya dijalan, sehingga banyak waktu yang tersia-siakan. Selain masalah waktu tempuh, keselamatan juga menjadi isu yang penting. Bagaimana pengaturan jalan dapat mencegah terjadinya kecelakaan? Bagaimana proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat ketika sudah terjadi kecelakaan?

Lalu lintas didefinisikan dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang kalu lintas. Ruang lalu lintas yang dimaksud yaitu prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Lalu lintas mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan dan integrasi nasional sebagai upaya memajukan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya manajemen lalu lintas menjadi salah satu tugas pemerintah baik pusat maupun daerah.

Manajemen lalu lintas adalah pengelolaan dan pengendalian arus lalu lintas dengan melakukan optimasi penggunaan prasarana yang ada untuk memberikan kemudahan kepada lalu lintas secara efisien dalam penggunaan ruang jalan serta memperlancar sistem pergerakan. Contoh yang mudah pemerintah perlu menetapkan suatu jalan akan dibagi menjadi berapa jalur, apakah dua jalur atau hanya satu jalur saja. Pemerintah perlu menetapkan jenis kendaraan apa yang diperbolehkan melintasi suatu jalan. Pemerintah perlu menentukan titik simpul dan jalur yang dilalui oleh kendaraan umum. Pemerintah perlu menetapkan urutan dan waktu lampu hijau di persimpangan sehingga mengurangi waktu tundaan. Masih banyak hal lain yang perlu diputuskan untuk memastikan lalu lintas berjalan aman dan lancar.

Salah satu sumber data yang diperlukan untuk manajemen lalu lintas adalah mengetahui jumlah kendaraan yang melintas di suatu titik. Untuk mengetahui jumlah kendaraan bisa dilakukan dengan survei secara manual oleh petugas pada periode tertentu. Selain itu jumlah kendaraan juga dapat diketahui melalui analisis terhadap video yang ditangkap oleh kamera yang terpasang di persimpangan atau badan jalan.

Kamera yang digunakan bisa beragam. Ada kamera yang sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan ada juga kamera yang hanya bisa menangkap video saja. Harga dari kamera yang sudah memiliki kemampuan kecerdasan buatan akan berpuluh kali lipat dari harga kamera dengan kualitas yang sama tetapi tidak memiliki fitur kecerdasan buatan. Salah satu alternatif murah dalam melakukan analisis yaitu dengan menambahkan video analitik dari luaran kamera yang ada.

Apapun cara yang dipilih, baik itu yang sudah menjadi satu dengan kamera atau diproses di server secara terpisah, teknologi yang digunakan di belakangnya adalah video analitik dengan melakukan klasifikasi gambar yang merupakan bagian dari ilmu kecerdasan buatan. Aplikasi video analitik akan melihat perubahan gambar dan setiap gambar yang baru akan dilakukan proses klasifikasi apakah dalam gambar yang tertangkap termasuk salah satu jenis kendaraan. Klasifikasi dapat dilakukan setelah kita melakukan proses training terhadap data gambar terdahulu yang sudah dilabeli.

Jika proses klasifikasi mendapatkan kesimpulan gambar termasuk suatu jenis kendaraan, maka jumlah kendaraan dalam jenis kendaraan itu akan ditambah. Hasil perhitungan dalam durasi tertentu kemudian dapat dikirimkan ke dalam database. Kumpulan data yang ada dapat disajikan dalam bentuk dashboard ataupun dapat digunakan sebagai sumber data dalam model pengambilan keputusan.

Dengan teknologi kecerdasan buatan ini, pemerintah tidak perlu menerjunkan banyak pegawai untuk melakukan perhitungan banyaknya kendaraan yang melintas pada waktu tertentu. Hasil keputusan yang didapatkan dari klasifikasi ini akan dinikmati oleh masyarakat yaitu dengan bertambahnya kenyamanan dalam melakukan transportasi.

Proses klasifikasi gambar dari video ini menjadi salah satu materi yang dipelajari dan diteliti di program studi teknik informatika. Tentu saja yang akan dipelajari tidak hanya tentang analisis gambar kendaraan, tetapi berbagai permasalahan penting yang sedang dihadapi oleh masyarakat pada saat dilakukan proses pembelajaran.

Author: Kusrini

I am Kusrini, a professor from Universitas AMIKOM Yogyakarta Indonesia. I finished my doctoral program from Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia in 2010. I am interested in exploring many things about machine learning and another artificial intelligence field. I also love doing research on decision support systems and databases. I am a member of the IEEE and IEEE Systems, Man, and Cybernetics Society. This moment I also as Director of The Graduate Program in Universitas AMIKOM Yogyakarta