Micocredential Certification untuk Associate Data Scientist

Tribun Jogja, 8 Nov 21

Revolusi Industri 4.0 telah menyeruak masuk dalam kehidupan kita, memaksa kita untuk merubah cara kita dalam menjalankan kegiatan sehari-hari termasuk mengelola kegiatan usaha kita. Salah satu bidang ilmu yang memiliki peran penting dalam revolusi industry 4.0 adalah data science dan artificial intelligence.

Data science merupakan ilmu yang terkait dengan proses pengambilan data, pengolahan data dan analisis sehingga diperoleh pengetahuan yang berarti dari data guna mendukung pengambilan keputusan. Ilmu ini sangat erat hubungannya dengan matematika, statistika, dan komputer. Kemampuan dalam bidang analisis dan pemrograman sangat diperlukan untuk menjadi seorang ahli data science atau biasa disebut dengan data scientist. Yang tak kalah penting untuk dikuasai oleh seorang data scientist adalah artificial intelligence.

Artificial intelligence merupakan cabang ilmu komputer yang mencoba menirukan cara manusia dalam berfikir, menalar dan melakukan tindakan. Berbagai cabang ilmu dari kecerdasan artificial ini diantaranya adalah sistem berbasis pengetahuan atau dikenal dengan sistem pakar, computer vision, natural language processing, speech recognition dan machine learning.

Sistem pakar merupakan sistem yang menirukan cara kerja seorang pakar. Dengan sistem ini orang awam diharapkan dapat memperolah saran dari sistem terkait untuk penyelesaian masalah tertentu. Misalnya orang awam yang tidak pernah belajar tentang ilmu kedokteran dapat mencoba menyelesaikan diagonosis awal suatu penyakit dengan dituntun oleh sistem, dimana sistem mendapatkan pengetahuan dari ahli dalam bidang diagnosis penyakit yaitu dokter. Dengan demikian untuk penyakit yang masih dapat ditangani dengan obat-obat yang dijual bebas, atau bahkan tidak perlu dengan obat atau tindakan medis dapat dilakukan sendiri oleh orang awam tersebut.

Computer vision merupakan cabang ilmu kecerdasan artificial yang menirukan bagaimana seseorang menangkap gambar atau video lalu mengenalinya dan memberikan aksi setelahnya. Sebagai salah satu contoh aplikasi dari computer vision adalah aplikasi untuk mendeteksi wajah seseorang untuk melakukan presensi dalam suatu sesi pekerjaan tertentu.

Berbada dengan computer vision yang fokus pada penampakan visual, natural language processing diperuntukkan untuk menganalisis data teks. Input dan atau outputnya aplikasi jenis ini berupa data teks. Contoh aplikasinya adalah aplikasi untuk melakukan penterjemahan antar bahasa atau aplikasi untuk chat bot.

Jika natural languange fokus bagaimana mengelola teksnya, speech recognition bertanggungjawab mengubah ucapan atau suara menjadi deretan karakter atau sekedar mengkasifikasi suara. Contoh dari jenis kecerdasan artificial ini adalah fitur untuk memberikan perintah ke aplikasi dengan menggunakan suara.

Sementara itu machine learning merupakan suatu konsep untuk membuat komputer dapat belajar berdasarkan data yang ada baik itu data masa lalu maupun data yang ada saat ini. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam machine learning diantaranya adalah klasifikasi, regresi, clustering, asosiasi, prediksi dan juga deteksi pencilan.

Aplikasi-aplikasi berbasis kecerdasan artificial dan data science ini dapat juga dihuhungkan dengan berbagai peralatan dalam kehidupan sehari-hari melalui jaringan internet. Aplikasi semacam ini disebut sebagai internet ot things (IOT). Salah satu contoh aplikasi IOT adalah pengendalian lampu di suatu tempat berdasarkan situasi tertentu.

Aplikasi-aplikasi berbasis kecerdasan artificial dan data science saat ini banyak dikembangkan untuk mendukung dalam berbagai proses bisnis. Harapannya dengan pemanfaatan teknologi tersebut akan dapat mengefisienkan proses produksi, mempermudah proses marketing dan distribusi sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang terlibat didalamnya.

Kebutuhan ahli kecerdasan artificial terus meningkat seiring dengan ditetapkannya “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden Jowoki pada tahun 2019. Kebutuhan ahli ini oleh pemerintah diimbangi dengan penyelenggaraan berbagai pelatihan diantaranya adalah Microcredential Data Science dan Artificial Intelligence. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tekah menyelenggarakan training for trainer untuk para dosen pada bulan Februari 2021. Saat itu terdapat lebih dari 4.000 dosen yang mendaftar dan sekitar 2.500 yang lolos verifikasi untuk mengikuti pelatihan. Hingga akhirnya terdapat sekitar 150 dosen yang dinyatakan sebagai pemateri yang kompeten di bidang data science dan artificial intelligence.

Tentu saja tujuan akhir dari pemerintah bukan hanya dosen, tetapi para mahasiswa yang nantinya akan menjadi agen dalam penerapan berbagai teknologi di masyarakat. Saat ini pemerintah menggandeng 11 perguruan tinggi sebagai host Pelatihan Microcredential Certification untuk Associate Data Scientist termasuk Universitas AMIKOM Yogyakarta, selain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Sepuluh November, Universitas Hasanudin, Universitas Syah Kuala, Universitas Udayana, Universitas Gunadarma, Universitas Telkom dan Universitas Dian Nuswantoro. Para dosen yang telah dinyatakan kompeten pada pelatihan sebelumnya diharapkan dapat menjadi trainer dalam pelatihan ini.

Pembelajaran dilakukan dalam 17 kali tatap muka online ditambah 5 sesi industri dan 1 kali uji kompetensi. Uji kompetensi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi dengan Skema Associate Data Scientist. Saat ini Universitas AMIKOM Yogyakarta melaksanakan pembelajaran tersebut untuk 8 kelas dari keseluruhan 75 kelas yang diselenggarakan oleh DIKTI. Semoga kegiatan ini dapat menjadi bentuk sumbangsih AMIKOM untuk kemajuan negeri Indonesia tercinta.

Author: Kusrini

I am Kusrini, a professor from Universitas AMIKOM Yogyakarta Indonesia. I finished my doctoral program from Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia in 2010. I am interested in exploring many things about machine learning and another artificial intelligence field. I also love doing research on decision support systems and databases. I am a member of the IEEE and IEEE Systems, Man, and Cybernetics Society. This moment I also as Director of The Graduate Program in Universitas AMIKOM Yogyakarta